Sabtu, 10 November 2012

lebah unggul penghasil propolis



Diskripsi  Madu klanceng
Nama LatinTrigona spp
Nama Indonesia(daerah)Klanceng, lanceng, teuweul, gala-gala, galo-galo, kelulut, kalulut, ketape, kammu, dll.
JenisDi seluruh dunia ada sekitar 150 jenis trigona, di indonesia sekitar 31 jenis yang tersebar di berbagai pulau.
Ciri-ciriWarna hitam, panjang tubuh 3 – 4mm, rentang sayap 8mm.Lebah pekerja berwarna hitam, kepala besar, dan rahang tajam.Lebah ratunya berwarna kecoklatan, berperut besar, berukuran 3 – 4 kali lebah pekerja, mirip laron namun sayap pendek.Salah satu serangga sosial yang hidup membentuk koloni di bawah pengaturan ratu lebah trigona.
Radius terbang100 – 500m.
Tempat TinggalDaerah tropis dan subtropis yang bersuhu rata-rata di bawah 32 derajat celcius, mereka menetap di dalam batang pohon, ruas bambu, lubang di tanah, bebatuan, dll.Suhu ideal yang disukai trigona berkisar 18 – 24 derajat celcius dan kelembaban 60 – 70%.
Keistimewaan
  • Lebah tanpa sengat spesialis penghasil propolis sebagai pertahanan diri (sarangnya).
  • Menghasilkan sedikit madu namun berkhasiat tinggi.
  • Aman untuk diternak karena hanya menggigit tidak menyengat.
  • Pemeliharaan dan pengembangannya tidak sulit karena nektar yang dibutuhkan tidak sebanyak lebah apisyang bertubuh besar.
Sumber Pakan dan MakananSegala jenis tumbuhan berbunga(multiflora), getah pohon, resin, dan bee pollen.
Produktivitas MaduRata-rata 100 – 250 ml/ 3 bulan (tergantung vegetasi).
Produktivitas PropolisRata-rata 2 kg/ tahun untuk setiap koloni (tergantung vegetasi).
Rasa MaduManis, asam, pahit.
Kandungan Madu Trigona
  1. Mengandung propolis dan bee pollen secara alami sebab sarang madu dan kantong bee pollen menyatu di satu tempat.
  2. Kandungan Vitamin : Thiamin (B1), Riboflavin (B2), (B3), Asam Askorbat (C), (B5), Piridoksin (B6), Niasin, Asam Pantotenat, Biotin, Asamfolat dan vitamin K
  3. Mineral : Natirum (Na), Kalsium (Ca), Magnesium (Mg), Alumunium (A1), Besi (Fe), Fosfor dan Kalium (K), Pottassium, Sodium Klorin, Sulfur.
  4. Enzim-enzim Utama : Diatase, invertasem glukosa oksidase, fruktosa, peroksidase, lipase juga mengandung sejumlah kecil hormon, tembaga, iodium dan zinc. Dengan kandungan vitamin, mineral dan enzim-enzim tersebut, tidak heran madu trigona sebab untuk mengatasi beragam penyakit dan meningkatkan daya kekebalan tubuh.
Khasiat Madu Trigona
  1. Meningkatkan daya tahan tubuh
  2. Mencegah Stroke
  3. Memperlancar peredaran darah
  4. Meningkatkan hormone
  5. Memperkuat fungsi otak dan jantung
  6. Memperbaiki sel tubuh yang rusak
  7. Recovery tubuh
  8. Mengendurkan bagian syaraf yang tegang
  9. Menghilangkan rasa letih
  10. Meningkatkan kecerdasan anak
  11. Dapat dikonsumsi penderita diabetes
  12. Membantu masa penyembuhan pasca operasi
  13. Mencegah Kanker dan stroke
  14. Sangat dianjurkan untuk dewasa dan Manula
Kandungan Propolis Trigona
  1. Resin yang mengandung senyawa flavonoid, asam, dan ester fenol (45 – 55%).
  2. Lilin lebah dan plant origin (25 – 35 %).
  3. Minyak volatil (10%).
  4. Polen yang terdiri dari protein (16 asam amino bebas > 1%), arginine danproline berjumlah 46% dari total(5%).
  5. 14 mineral mikro (Fe dan Zn yang terbanyak), ketonlactonquinon,steroid, asam benzoat, vitamin, karbohidrat (5%).
Khasiat Propolis
  1. Antibiotik alami.
  2. Antibakteri.
  3. Antifungal.
  4. Antivirus.
  5. Antioksidan.
  6. Memperkuat sistem kekebalan tubuh.
  7. Antiseptik.
  8. Immunostimulan.
  9. Antitoksin.
  10. Berperan sebagai anestetik.
  11. Memperkuat dan mempercepat regenerasi sel.
  12. Dll.
Dengan khasiat-khasiat ini, propolis dimanfaatkan diantaranya dalam bidang kesehatan, kecantikan, terapi penyakit, pengawet, dan lain-lain.
Masa PanenMadu dan Propolis dipanen per tiga bulan.

Lebah Trigona, Si Penghasil Propolis



Lebah tidak lagi identik dengan penghasil madu.  Ada juga lebah penghasil propolis. Lebah tersebut dinamakan lebah trigona. Lebah yang tidak memiliki sengat ini berasal dari Asia.
Lebah trigona, termasuk lebah yang mudah untuk dibudidayakan. “Lebah trigona itu relatif mudah untuk diternakkan karena ukurannya lebih kecil, tidak perlu penanganan khusus, tidak perlu digembalakan, lebih tahan terhadap penyakit, dan mudah untuk dikembangbiakkan.
Lebah trigona itu tidak ada masa paceklik karena tubuhnya yang kecil dapat menjangkau bunga yang ukurannya kecil,” kata Ahmad Turamsili yang akrab dipanggil Agam, salah satu pemilik Peternakan Lebah Trigona Spp-GudangMadu.
Lebah trigona hanya sedikit menghasilkan madu. Untuk satu koloni, apabila perkembangannya bagus, hanya dapat menghasilkan madu 100-200 ml per 3 bulan. Rasa dari madu lebah trigona ini terkenal asam karena mengandung resin.
Madu lebah trigona apabila dijual sangat mahal. Untuk 1 liter madu trigona, dihargai Rp 200-300 ribu. Menurut Agam, penderita diabetes dan hipertensi sangat senang mengkonsumsi madu lebah trigona karena terasa lebih nyaman di tubuhnya.
Selain itu, madu trigona dapat menyembuhkan penyakit mata dan mencegah katarak. Hanya dengan menteteskan ke mata yang merah, berangsur-angsur mata pun kembali normal.
Dilihat dari jumlah madu yang dihasilkannya sedikit, madu lebah trigona jarang dijual. Yang terkenal dari lebah trigona ini adalah propolisnya. Propolis merupakan  antibiotik alami. Di lebah sendiri, propolis bermanfaat untuk pertahanan rumahnya. Dalam sekali panen, lebah trigona dapat menghasilkan propolis 100-150 gr untuk satu koloni.
Lahan Peternakan Lebah Trigona Spp-GudangMadu memiliki luas 100 ha dan berada di daerah Leuwiliang, Bogor. Untuk 100 ha, terdapat 500 kotak lebah. Satu kotak lebah tersebut, berukuran 15 x 15 x 25 cm dan terbuat dari kayu. “Sebenarnya tidak harus kotak kayu, di dalam bambu atau gentong pun bisa. Yang terpenting tempatnya kering dan jauh dari polusi. Digunakan kotak kayu, agar mudah dibuka dan ditutup kembali,” katanya.

propolis trigona spp



Selama ini peternak lebah jarang memberdayakan sarang lebah untuk diolah. Padahal propolis pada sarang lebah bisa diekstrasi menjadi produk farmasi, kosmetika, personal care, dan pangan fungsional. Di indonesia banyak ekstra propolis berasal dari lebah Apis melifera dari Eropa dan kini pengekstraksian juga dapat dilakukan pada propolis lebah madu Trigona spp. lokal.
Ekstraksi menggunakan campuran pelarut organik dan air pada konsentrasi tertentu pada sarang lebah madu Trigona spp. Ekstrakpropolis diuji banding dengan propolis komersial dan antibiotik ampisilin menggunakan bakteri uji, yaitu Staphilococcus aureus, Bacillus substiiis, dan Escherichia coli, Campylobacter sp, Salmonela sp, Enterobacter sakazakii. Ekstrak propolis dari lebah Madu Trigona spp. terbukti dapat menghambat pertumbuhan bakteri uji.
In Indonesia, propolis extraction usually comes from Apis melifera bee, but now the propolis can also be extracted from local Trigona spp honey bees.
Using a mixture of alcohol and water with 70% concentration, the propolis can be axtracted. In a trial such as using bacteria Staphilococcus aureus, Bacillus substiiis, and Escherichia coli, Campylobacter sp, Pseudomonas sp, Streptococcus mutans, Klebsiella sp, Salmonela sp, Enterobacter sakazakii, the propolis can slow down the bacteria 

INOVASI SARANG LEBAH TRIGONA SEBAGAI PENGHASIL PROPOLIS






PENDAHULUAN
Lebah Trigona merupakan salah satu spesies lebah penghasil madu yang masuk dalam Famili Meliponidaeyakni tidak memiliki sengat. Lebah jenis ini masih kurang populer dalam hal menghasilkan madu dibandingkan denganFamili Apidae, misalkan spesies Apis mellifera yang merupakan lebah dari eropa dengan produksi madu rata-rata mencapai 30-60 kg per koloni pertahun. Spesies lain dari Famili Apidae ini yaitu Apis cerana yang merupakan lebah lokal dengan ukuran yang lebih kecil dari Apis mellifera mampu menghasilkan madu sekitar 5 kg perkoloni pertahun. Adapun lebah Trigona hanya sedikit mengasilkan madu sehingga jarang dibudidayakan (Sarwono, 2001). Akan tetapi lebah Trigona memiliki keistimewaan yaitu produksi propolis yang tinggi mencapai 3 kg pertahun dibandingkan lebah genus Apis yang hanya menghasilkan 20-30 gram per tahun (Anonim, 2010).
Pada satu dekade terakhir, propolis telah banyak menarik perhatian peneliti karena beberapa karakteristik baik biologis maupun farmakologis seperti immunomodulator, anti tumor, antimikroba, anti inflamasi, anti oksidan dan lain-lain. Selain memang telah banyak produk yang mengandung propolis dipasarkan secara luas oleh industry farmasi dan makanan kesehatan (Sforcin, 2011).



Propolis adalah material yang mengandung resin yang dikumpulkan oleh lebah dari eksudat tanaman, yang diubah dengan adanya enzim pada tubuh lebah. Warna propolis bervariasi dari hijau, merah dan coklat gelap. Propolis memiliki ciri-ciri bau yang khas dan sifat adhesive karena sangat lengket apabila bersentuhan dengan minyak dan protein pada kulit. Secara umum propolis di alam terdiri atas 30% lilin, 50% resin, 10% minyak essensial dan aromatic, 5% pollen dan substansi lain. Secara Etymologi, kata propolis dalam bahasa yunani, pro berarti pertahanan, dan polis berarti kota, sehingga dapat diartikan “pertahanan koloni”. Lebah menggunakan propolis untuk menutup lubang pada sisiran sarang, memuluskan dinding sarang bagian dalam, serta untuk menutup bangkai makhluk asing yang mati di dalam sarang agar tidak terjadi pembusukan (Sforcin dan Bankova, 2007).
Menurut Prof. Mappatoba Sila, Guru Besar ahli Trigona dari Universitas Hasanuddin, perbedaan struktur fisiologis lebah Trigona dengan genus Apis yaitu tidak memiliki sengat, ternyata merupakan faktor yang menyebabkan perbedaan kuantitas propolis yang dihasilkan. Lebah Trigona mengkompensasi ketiadaan sengat dengan memproduksi propolis lebih banyak sebagai mekanisme untuk mempertahankan diri. Propolis berfungsi mensterilkan sarang dari organisme pengganggu seperti bakteri, cendawan dan virus (Anonim, 2011a).
Selain itu propolis yang dihasilkan oleh lebah Trigona memiliki kualitas yang tinggi. Hal ini telah dibuktikan oleh Zainal Hasan, peneliti dari Laboratorium Biokimia Institut Pertanian Bogor yang membuktikan kadar flavonoid propolis Trigona mencapai 4%, sementara pada Apis hanya 1,5%. Kadar flavonoid berpengaruh terhadap proses penyembuhan penyakit dimana semakin tinggi kadar flavonoid maka semakin cepat terjadinya penyembuhan. Zainal Hasan juga membuktikan efektifitas propolis untuk menekan pertumbuhan berbagai jenis bakteri seperti Bacillus subtilis,Pseudomonas euroginosa dan Staphylococcus aureus yang dapat menyebabkan infeksi pada tubuh manusia. Dengan demikian propolis Trigona sangat bermanfaat apabila dikonsumsi oleh manusia (Anonim, 2011a).

HABITAT ALAMI LEBAH TRIGONA
Trigona sp. merupakan lebah yang banyak ditemukan hidup dan di negara dengan daerah hutan tropis seperti Indonesia, Malaysia dan Filipina. Di Indonesia, lebah ini memiliki banyak sebutan, antara lain lebah lilin, klanceng,lanceng (Jawa), gala-gala atau golo-golo (Sumatera Barat), teweul (Sunda), dan ketape atau kammu (Sulawesi Selatan). Secara alami lebah trigona hidup dengan membuat sarang di lubang-lubang pohon buah atau atau batang bambu yang digunakan untuk menyangga pohon-pohon buah (Inoue, 1984). Arsitektur dan bahan pembuat sarang lebah Trigona tergolong unik karena bila diamati sarangnya terdiri atas batumen dan cerumen, propolis, lumpur atau kapur serta kotoran hewan atau serat tanaman. Selain hidup di batang pohon dan celah batu, lebah dapat pula bersarang di kayu, tanah bahkan daun pintu yang terbuat dari kayu berlapis dua. Pintu sarang umumnya sangat kecil sehingga hanya bisa dilewati oleh seekor lebah, tetapi ada juga yang lebih besar. Biasanya di sekeliling pintu sarang dilapisi campuran lumpur, tetesan resin, dan propolis sehingga menyerupai bingkai.
Bagian interior sarang lebah trigona lebih rumit dibandingkan jenis Apis. Sel untuk anakan, sel penyimpanan madu dan sel pollen berbeda bentuk, ukuran dan letak. Sel anakan lebih kecil dengan ukuran dan bentuk yang sama antara jantan dan betina, sedangkan sel ratu ukurannya lebih besar. Sisiran sel untuk anakan tersusun horizontal dengan bahan sisiran yang dibuat dari campuran resin tumbuhan.


Pada saat lebah aktif di dalam sarang, terjadi proses pemindahan nektar dari lebah lapangan ke lebah rumah tangga dan diteruskan kepada lebah yang lain sehingga disimpan di dalam sel. Nektar yang telah diperoleh dikonsumsi bersama-sama. Lapisan lilin yang terbentuk umumnya menjadi sangat keras sehingga tidak mudah hancur. Pada saatcerumen terbentuk maka involucrum pada koloni juga akan terbentuk. Menurut Prof. Mappatoba, jumlah trigona pada koloni yang sudah stabil sangat luar biasa yakni sekitar 100.000 ekor sedangkan pada koloni baru terdapat sekitar 10.000 ekor. Pada setiap kelahiran lebah trigona rata-rata dihasilkan 10% anakan calon lebah ratu.

INOVASI SARANG LEBAH TRIGONA
Karena mudahnya untuk beradaptasi maka lebah trigona mudah untuk membuat sarang di mana saja. Salah satunya dengan menggunakan bambu sepanjang 60 cm yang sudah dibelah menjadi dua bagian dengan kedua ujung bambu tertutup oleh ruas. Hal ini yang dilakukan oleh Muhammad Harun, salah seorang pemelihara lebah trigona di Desa Sigarpenjalin, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat. Penggunaan bambu sebagai rumah lebah telah umum dilakukan oleh peternak lebah di Lombok Utara. Bambu-bambu yang telah berisi lebah disimpan dengan posisi horizontal pada sebuah rak. Akan tetapi ketika sarang lebah akan dibuka untuk pemanenan, Muhammad Harun mengalami kesulitan untuk membukanya karena propolis telah merekatkan kedua belah bambu tersebut.

Kesulitan ini telah dialami oleh peternak lain yaitu Sukandar dari Desa Radda, Kecamatan Baebunta, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan. Berbekal pengalaman beternak selama lebih dari 5 tahun, Sukandar dan rekan-rekannya yang merupakan anggota kelompok Peternak Lebah Bee Son mendesain sarang lebah yang lebih mudah dan praktis. Setelah beberapa kali mencoba melakukan perubahan desain, ternyata ditemukan model rumah trigona yang cocok. Tipe rumah vertical yang terdiri atas dua ruas. Rumah lebah trigona ini disebut bandala yang terbuat dari kayu uru yang kebetulan banyak tumbuh di daerah tersebut 


Kelebihan bentuk rumah vertical ini adalah kemudahan untuk membongkar satu per satu ruas rumah ketika melakukan panen serta mudah untuk memasangnya kembali. Selain itu desain vertical ini menyerupai kondisi rumah trigona di alam yaitu ketika trigona membuat sarang di dalam lubang-lubang pohon.
Sampai saat ini Sukandar memiliki 50 bendala yang dari usaha tersebut bisa menghasilkan minimal Rp. 5 juta per bulan, yang merupakan hasil penjualan 30 kg propolis (Rp. 60 ribu per kg) dan 50 liter madu (Rp. 60 ribu per liter). Sukandar menjual propolisnya ke perusahaan di Makassar, Sulawesi Selatan. Sedangkan madu yang diproduksi habis terjual di rumah karena nama Sukandar sebagai penjual madu sudah terkenal di kalangan penduduk sekitar.
Sebenarnya Sukandar memiliki peluang untuk meningkatkan omset menjadi Rp. 60 juta per bulan dengan adanya tawaran untuk ekspor ke Jepang. Namun belum bisa dipenuhi karena sumberdaya lebahnya yang terbatas. Oleh karena itu walaupun usaha ini terbilang mudah bahkan terkesan seperti tidak serius namun ternyata cukup menjanjikan apalagi jika dilakukan dengan terus mencari innovasi dalam hal teknis budidaya dan metode perkembangbiakan koloni yang lebih efektif dan praktis.
Tugas Mata Kuliah Falsafah Sains dalam Program Studi Pasca Sarjana Ilmu Pangan di Institut Pertanian Bogor (2011)
Oleh: Wahid Yulianto